![]() |
| Souvenir dan snack lucu :) |
Kami datang sudah mendekati jam 12 malam. Menurut saya yang asli orang Indonesia, pesta pernikahan ala Arab memang terkesan unik. Undangan di mulai jam 11 malam dan akan berakhir sampai menjelang pagi. Tamu-tamu baru berdatangan diatas jam 12 malam. Semakin malam semakin rame, dan pesta ini hanya untuk kaum wanita, sedangkan para undangan pria ada di gedung yang berbeda. Begitu masuk ke dalam gedung pesta, pengantin belum duduk dipelaminan. Pengantinnya mungkin masih dirias atau persiapan lainnya, karena memang biasanya pengantin wanita baru akan memasuki ruangan di atas jam 2 malam. Jadi kita, para tamu undangan duduk-duduk di dalam sambil menikmati hidangan qohwah/gahwa (kopi Arab) dan makanan ringan sambil mendengarkan suara musik yang hingar bingar dan melihat para tamu-tamu undangan yang asyik berjoget dan berdansa di atas panggung. Jogetannya jangan dibayangkan seperti jogetan seronok ala artis dangdut Indonesia, yang ini berbeda. Karena musiknya adalah musik-musik dan lagu Arab, jadi berjogetnya ala-ala penyanyi wanita Arab yang mengedepankan goyangan pinggul dan tarian perut.
Setelah hampir jam setengah 4 dini hari, iringan pengantin baru memasuki gedung. Pengantin wanita berjalan ke atas pelaminan sambil ditaburi bunga-bunga oleh para pengiring. Nah, saat pengantin memasuki gedung pesta ini ada sambutan dari para tetamu, berupa suara lengkingan bibir dan lidah berbunyi "lululululuyyyyy" secara berulang-ulang. Entahlah apa maksud dari suara lengkingan itu, itu sudah tradisi mereka. Setelah pengantin wanita di pelaminan, maka pengantin pria juga akan datang. Pengantin pria ini amat sangat sebentar duduk di pelaminan, kurang dari 5 menit terus pergi lagi. Hal ini dikarenakan prosesi pesta pernikahan lainnya seperti potong kue pengantin dan photo bersama telah dilaksanakan diruangan berbeda sebelum pasangan pengantin memasuki ruangan pesta ini dan hanya disaksikan oleh pihak keluarga besar kedua mempelai, bukan dilaksanakan di hadapan para tamu undangan.
Oh ya, sebelum pengantin pria mau memasuki gedung, para tamu undangan di suruh memakai abayah (abayah adalah baju luar wanita Saudi berupa terusan hitam dan kerudung yang juga berwarna hitam). Abayah ini sudah pasti dilepaskan saat pesta, karena pakaian pesta yang dipakai para tamu wanita tidak kalah dengan pakaian pesta setingkat artis Hollywood. Model yang seksi, indah dan berkelas plus tata rias wajah dan rambut yang aduhai hebohnya semakin menambah kesan glamor.
Begitu pengantin pria meninggalkan ruangan, para tamu undangan langsung di suruh makan di ruang prasmanan dan setelah selesai makan maka satu - persatu mulai pulang. Dengan kata lain, setelah pengantin wanita "dipajang" malah ditinggalkan begitu saja. Ga kasihan si pengantin yang sudah di rias berjam-jam apa ya?? Hihiii. Beda banget dengan tradisi kita. Kalau di Indonesia si pengantin yang dipajang berjam-jam bahkan seharian sampai kecapekan, kalau di Arab tamu undangan yang capek menunggui pengantin duduk dipelaminan, begitu pengantin dipajang langsung ditinggal makan-makan dan pulang. Kelamaan nunggu siiih, jadi pada kelaperan :D.
Setelah selesai makan, saya dan teman - teman saya memasuki gedung pesta lagi. Mendekati pengantin wanita alias Kak Silky yang sendirian duduk dipelaminan. Ruangan pesta sudah sepi, hanya ada beberapa keluarga dan kerabat yang sedang photo-photo bersama pengantin. Sebagian besar tamu undangan tidak memasuki gedung pesta lagi setelah makan, tetapi tetap di ruang makan atau di halaman sembari menunggu jemputan mereka datang. Karena jemputan kami belum datang, maka kami putuskan sembari menunggu kami mau mengobrol dengan Kak Silky.
Buat Kak Silky dan suaminya, kami mengucapkan :
بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ
-Semoga Allah memberikan berkah kepadamu dan atasmu
serta mengumpulkan kamu berdua dalam kebaikan-
♥♥♥
---------------------intermezzo--------------------
![]() |
| Sambil nunggu jemputan pose dulu pinjem karangan bunga pengantin :D |







