Saudi sekarang sudah berbeda dengan Saudi waktu pertama saya datang, sekitar 5 tahun yang lalu. Dahulu, Perempuan Saudi bisa dikatakan tidak diberi kesempatan untuk bekerja kecuali pada bidang tertentu saja, misalnya sebagai guru Madrasah/Sekolah yang muridnya khusus perempuan, sebagai polisi yang mengatur para perempuan, sebagai perawat ataupun dokter di ruang periksa perempuan dan teller di bank yang hanya melayani nasabah perempuan. Perempuan sangat dibatasi ruang geraknya.
Tetapi saat ini kita akan dengan mudah menjumpai perempuan bekerja di tempat - tempat umum seperti di mall dan swalayan. Perempuan sudah mulai mengambil alih pekerjaan yang dahulu hanya bisa dikerjakan oleh laki-laki, baik sebagai pramuniaga maupun sebagai kasir. Kebanyakan yang masih berhubungan dengan kebutuhan perempuan, misalnya toko asesoris dan pernak-pernik, toko pakaian, toko kosmetik dan masih banyak lagi. Diperbolehkannya Perempuan Saudi (khususnya di kota Mekkah) bekerja di tempat umum baru terjadi sekitar setahun ini. Semakin hari jumlahnya semakin banyak.
Bagi saya pribadi, yang hidup di negara ini, adanya peraturan ini sangat menguntungkan. Dahulu kalau saya mau membeli pakaian dalam wanita, ketika kita masuk ke toko, pramuniaganya semua laki-laki, jadi rikuh rasanya mau milih-milih. Atau saat ingin membeli kosmetik, yang jaga stand juga laki-laki, dimana mereka biasanya kurang komunikatif dalam melayani karena memang interaksi antara laki-laki dan perempuan disini sangat terbatas. Ada gap yang tidak bisa ditutupi. Beda kalau sekarang dilayani oleh para perempuan, jadi lebih santai dalam memilih dan lebih bisa di ajak ngobrol.
Walaupun perempuan Saudi telah diperbolehkan bekerja di tempat umum, tetapi untuk peraturan perempuan wajib memakai pakaian abaya tetap tidak bisa diganggu gugat. Jadi perempuan Saudi yang bekerja di tempat umum tetap menggunakan pakaian abaya lengkap mereka, serba hitam dari ujung rambut sampai ujung kaki. Bukan berseragam toko, ataupun bisa berpakaian bebas.