Laman

Showing posts with label ziyad zainal. Show all posts
Showing posts with label ziyad zainal. Show all posts

Wednesday, August 13, 2014

Ziyad Lucu!

Ceritanya tadi jam setengah 5 sore Suamiku mau ke bandara King Abdul Aziz, Jeddah, jemput si Saiful temannya yang baru mudik ke Indonesia. Dia ngajakin aku, Shafwan dan Ziyad, tapi aku dan Shafwan ngantuk berat jadi ga mau ikut dan memilih tidur aja di rumah. Ziyad yang antusias ikutan.

Setelah kurang lebih 3 jam, jam setengah 8 malam suami dan Ziyad sudah sampai rumah lagi. Suami masuk rumah sambil senyum - senyum dan nggendong Ziyad. Dia cerita bahwa dia juga barusan cuma bawa orang tidur di mobil. Ternyata Ziyad dari mulai berangkat belum separuh perjalanan sudah menguap-nguap ngantuk. Yang tadinya nih anak duduk di kursi sampingnya terus ditawari suruh ambil bantal dan selimut kemudian tidur di kursi belakang. Di mobil kami memang disediakan bantal dan selimut kecil, jadi jika saat pergi - pergi ada anak yang ngantuk suruh tidur dikursi belakang.

Dari berangkat, menunggui Saiful, sampai pulang lagi dan parkir di depan rumah Ziyad masih tetap tidur. Akhirnya dia di gendong masuk.

Pas di dalam rumah dan sadar dari tidurnya, Ziyad nagih "Kok ga ke bandala.. Adek kan pengen ke bandala lihat pesawat.." Hahaha... Kami semua tertawa. Dasar Ziyad lucu! Sudah balik sampai rumah lagi ini Dek...

Monday, August 4, 2014

Lebaran Ke-4: Feeling Blue (1)

Kamis, 31 Juli 2014

Hari Rabu malam (malam Kamis) sepulang dari liburan 2 hari ke Jeddah, karena sangking capeknya sekitar jam 9 malam aku dan suami sudah ketiduran. Suamiku tidur di sofa, aku di kasur yang di gelar di bawahnya. Anak-anak masih aktif bermain.

Ketika jam 11 malam, aku terbangun. Aku kaget menemukan Shafwan tidur di samping kananku, berselimutkan sprei, bajunya basah. Ziyad tidur di sebelah kiriku bajunya juga basah. Aku kira anak-anak tidur dengan Abinya. Rupanya saat kami tidur anak-anak mainan air di kamar mandi. Menyaksikan pemandangan seperti itu aku langsung nangis tersedu-sedu dipangkuan suamiku. Nelangsa hati ini melihat anak-anak tidur sendiri dengan baju basah tanpa sempat ganti dulu. Aku minta maaf sama suamiku, aku merasa belum bisa menjadi istri dan ibu yang baik. Aku kasian dengan Shafwan dan Ziyad. Hatiku sedih sekali.
Suami menenangkanku.

Setelah tangisku mereda, aku coba bangunkan anak-anak untuk membujuknya ganti baju dulu baru tidur lagi. Tapi semua menolak, sangking ngantuk dan juga capek mungkin. "Adeek bajunya lepas yuk, di ganti dulu.." bujukku. "Gak mau! Bialin aja! Nanti juga keling sendili." kata Ziyad.

Aku tidak bisa tidur lagi sampai pagi. Hatiku sedih dan gelisah ga menentu.

Jam 3 an pagi anak-anak terbangun. Langsung kami tawari makan. Anak-anak minta jalan-jalan. Kami beri tau mereka bahwa hari masih petang. Karena pada ga tidur lagi dan hatiku yang gelisah tak menentu, akhirnya jam 4 pagi aku ajak suami ke Masjidil Haram. Anak-anak membawa mobilan remotnya agar nanti bisa dimainkan di pelataran Masjid.

Kami menunggu shalat subuh dalam Masjidil Haram. Hatiku terasa tenang disini. Selesai shalat subuh dan berdoa, jam 6an pagi kami menuju pelataran. Shafwan dan Ziyad mainan mobilan dan berlarian kejar-kejaran serta berlarian mengejar burung merpati disana. Jam 7 pagi kami pulang. Perjalanan pulang Ziyad sudah tertidur dalam mobil.

Saat anak-anak sudah tidur pagi ini aku ga bisa tidur lagi. Hatiku kembali sedih. Sangat sedih. Aku menangis lagi di pangkuan suamiku. Dia bertanya kenapa aku menangis lagi? Sambil menatap anak-anak yang tidur pulas, aku bercerita bahwa aku sedih sekali membayangkan suatu hari nanti kita akan kembali ke Indonesia meninggalkan Kota Mekkah. Kota ini penuh kenangan. Rumah apa adanya yang kami tempati, rumah masa kecil anak-anak, yang lebih sering berantakan daripada rapi, tempat anak-anak sejak lahir dan dibesarkan, mereka bermain-main disini, tempat yang biasa kita kunjungi, anak-anak yang suka berlarian di depan Masjidil Haram, bermain di gudang dan kita memelihara ayam disini. Semuanya.. Semuanya.. Berat rasanya untuk meninggalkan tempat ini.. Walau entah masih kapan kita akan meninggalkannya, tapi tempat ini sangat istimewa.. Membayangkan saja sudah membuatku mengharu biru.. Sangat sedih..

Aku tau suamiku ikut sedih. Aku dipeluknya agar bisa tenang.

Pagi itu kemudian kami semua tidur sampai siang menjelang sore.

Malamnya (Kamis malam/malam Jumat) agar tidak gelisah dan sedih lagi kami jalan-jalan mencari hiburan. Ke Suk Hijjas makan jagung rebus, kemudian Ke Parkiran Haji Syumaisyi aku kira disana ada acara hiburan tapi ternyata ga ada soalnya kemaren pas lewat kami lihat ada panggungnya. Kemudian kami main ke Mahrojan (pasar malam) di Rusaifa. Anak-anak bermain loncatan kemudian duduk-duduk makan kentang krisp serta jelly yang tadi kami beli di Toko Sumatra, Kakia. Jam 1 malam kami pulang.

Sunday, January 19, 2014

Wisata Padang Pasir

Wisata Padang Pasir Hudaibiyah, Mekkah, 18 Januari 2014, jam 4 sampai jam 6 sore.

Acara : olahraga, lari - lari, bermain, bercanda, bergembira, berbahagia, menikmati keindahan alam semesta,  kebersamaan keluarga.

Berjalan di atas padang pasir sejauh mata memandang

Berlari - lari
Mendaki bukit

Istirahat saat lelah

Belajar pencak silat 

Tiduran bak di atas permadani membentang 

Bermain mengubur kaki

Aku sampai puncak duluan, anak-anak masih merangkak :)

Senja mengantar kita untuk pulang