Laman

Saturday, August 9, 2014

Undangan Makan Khas Lombok

Malam 13 Syawal 1435H.

Semalam kami menghadiri undangan silaturahim dan makan malam bersama dari keluarga Mama Nadia. Aku sekeluarga datang bersama Mbak Tri dan suaminya, Om Firman. Kami bersama Mama Nadia makan di hadiqah (taman) daerah Batha Quraish, ga jauh dari rumah Mama Nadia.
Kami memang telah janjian untuk makan di taman, biar lebih santai sembari menikmati cahaya bulan dan biar anak-anak kami senang karena banyak arena bermain seperti ayunan, perosotan serta fasilitas lainnya yang disediakan disetiap taman kota.

Mama Nadia menyajikan makanan khas Lombok, NTB, yaitu plecing kangkung yang pedasnya mantap! Juga ada kering tempe dan gulai daging kambing. Sebagai makanan pendamping ngobrol ada onde-onde, bakwan (yang bawa Mbak Tri), es dawet dan teh panas.

Kami di taman sekitar jam 8:30 malam sampai jam 11 malam.

Friday, August 8, 2014

Shalat Subuh di Masjidil Haram, Mobilnya di Derek!

Jumat pagi ini jam 4:30 saat adzan subuh berkumandang kami sekeluarga berangkat ke Masjidil Haram. Seperti biasa, kami bawa mobil dari rumah terus nanti mobil di parkir disekitar perempatan lampu merah Sara Sittin atau diparkiran Hafair depan Masjid Bin Laden. Tapi pagi ini kami ga kebagian tempat parkir, terus kami parkir mobil di pinggir jalan sekitar hotel seberang Grand Coral Hotel. Yang parkir disitu ga cuma mobil kami, tapi banyak sekali, hampir disepanjang bahu jalan dipenuhi mobil. Mobil - mobil juga terparkir dengan rapi membentuk satu garis, jadi kami pikir akan aman - aman saja parkir disitu.

Dari Hafair kita lanjut naik taksi bayar 5 riyal ke Masjidil Haram. Emang dekat sih sebenarnya, paling cuma sekitar satu kilometer tapi karena jalannya nanjak, capek juga kalau jalan.

Kami shalat subuh berjamaah di dalam Masjidil Haram. Selesai shalat berjamaah kami thawaf sunah. Selesai thawaf sekitar jam 6:30 pagi kami membeli sarapan roti tamiya, kentang goreng, jus mangga dan air putih yang di jual di kafetaria Hotel Hilton depan Masjid. Kami sarapan di halaman Masjid, sembari menikmati sinar mentari pagi.

Setelah sarapan usai, jam 7 pagi kami pulang. Kami naik angkot dua riyalan menuju parkiran. Sampai parkiran tak kami temukan lagi mobil - mobil yang parkir di pinggir jalan tadi. Bersih tiada tersisa. Pasti pada di derek semua, dipindahkan ke lapangan parkir kepolisian.

Kami mendekati sopir mobil derek dan Polisi Lalu Lintas (Murrur dalam istilah Saudi) yang stand by ga jauh dari tempat parkir kami tadi. Langsung tanya "Mobil yang pada parkir disini tadi pada di derek kemana?" Sopir derek jawab " Di parkiran umum milik Murrur di dekat swalayan Nuri, Rusaifah". Akhirnya kami mencegat taksi lagi menuju tempat yang di maksud.

Sampai parkiran Murrur dekat Nuri, kami langsung mencari sendiri mobil kami. Setelah ketemu, di pintu luar laporan dulu pada petugas Murrur dan bayar denda 50 riyal.

Dalam mobil menuju rumah aku dan suami senyum - senyum aja. Merasa lucu, ini sudah kedua kalinya mobil kami kena derek karena parkir bukan pada tempatnya. Dulu, sudah lama sekali waktu masih hamil Shafwan, mobil kami masih Nissan Sunny waktu itu, juga pernah di derek gara-gara parkir di dekat Mustahlik Jarwal kemudian kami tinggal shalat Jumat di Masjidil Haram. Dulu bayar dendanya 100 riyal, sekarang cuma 50 riyal, turun 50% ternyata. :)

Thursday, August 7, 2014

Perpanjang Paspor Anak-anak

Kamis, 07-08-2014

Hari ini jadwal kami mau ke Jeddah untuk perpanjangan paspor anak-anak, Shafwan mau 5 tahun Oktober nanti dan Ziyad 3 tajun 5 bulan. Paspor Shafwan sebenarnya masih berlaku sampai November nanti, tapi paspor Ziyad sudah habis masa berlakunya sejak bulan April, dulu Ziyad pas waktu lahir hanya dibuatkan paspor yang 3 tahun. Yang satu sudah expired yang satu baru akan expired, tapi biar ga bolak-balik ke KJRI kami barengin aja semua diperpanjang.

Sekitar jam 7 pagi kami berangkat dari rumah. Teman kami, Mbak Ida dan suaminya, Ammu Ali, ikut gabung bersama kami. Mbak Ida juga sekalian mau perpanjang paspornya. Kita berangkat satu mobil memakai mobil kami.

Diperjalanan Mekkah menuju Jeddah, di bawah Tugu Alquran, kita minggir dulu untuk sarapan bekal dan menikmati sinar mentari pagi. Berangkat jam 7 pagi memang masih terlalu cepat nanti sampai KJRI, karena perjalanan hanya 45 menit - 1 jam saja, sedangkan KJRI baru buka jam 9. Jadi kita santai-santai diperjalanan. Kita makan resoles yang dibawa oleh Mbak Ida. Setelah selesai makan dan santai-santai, baru kita lanjutkan perjalanan.

Kita sampai KJRI masih sekitar jam setengah 9. Aku dan Mbak Ida duduk - duduk di luar sambil antri. Pas jam 9 pintu KJRI di buka, di pintu masuk dibagikan no antrian. Nomor antrian ga dimulai dari nomor 1, tapi entah nomor berapa, aku ga memperhatikan. Yang  jelas Mbak Ida dapat nomor urut 785 dan aku 786. Berkas-berkas sudah kami siapkan sejak diluar tadi, jadi didalam kami tinggal duduk manis menunggu panggilan sesuai nomor.

Setelah sampai pada nomor antrian, aku masukkan berkasnya ke loket dan membayar 220 riyal Saudi untuk paspor 5 tahun 2 anak. Paspor 5 tahun biayanya 110 riyal, sedangkan yang 3 tahun cuma 40 riyal, aku milih yang 5 tahun saja biar lebih lama. Setelah berkas di periksa, aku dan anak-anak menunggu panggilan untuk ambil poto. Ga ada 1 jam semuanya sudah beres. Dari antri masuk sampai pengambilan pas poto cuma butuh waktu sekitar 45 menit. Paspor bisa diambil esok harinya, atau sore hari jam 6 hari yang sama. Karena menunggu waktu sampai jam 6 sore itu lama sekali, akhirnya tiket pengambilan kami titipkan sama temannya Ammu Ali yang kerja di KJRI, minta tolong temannya Ammu Ali untuk mengambilkan. Teman Ammu Ali bilang nanti malam dia mau ke Mekkah, ya sudah malah sekali jalan.

Setelah selesai, jam 10 pagi saat itu kami langsung menuju Corniche Commercial Center terus makan di Restoran Filipina "Shawly". Makanan disini terkenal enak, aku dan suamiku sangat suka dengan sinigang... (lupa nama lengkapnya) yang pasti menu ini isinya sayuran, campuran seafood (ikan daging putih, udang dan cumi-cumi), berkuah dan rasanya agak asam. Halo-halonya juga enak. Halo-halo itu kayak es campur kalau di kita, tp dia lebig lengkap isinya, selain buah dan jelly juga ada kacang merah serta es krim sebagai topping. Selesai makan kita lanjutkan dengan belanja cuci mata dalam Corniche. Jam 12 siang kami masuk mushola yang ada di dalam, nunggu datangnya shalat dhuhur sekalian istirahat. Selesai shalat dhuhur baru deh kita pulang ke Mekkah. Jam 2 kita sudah sampai rumah dengan selamat.

Lumayan capek juga nih badan... Selesai bersih - bersih dan makan siang langsung pada tepar.. Tidur...

Jam 9 malam Mba Ida dan Ammu Ali ke rumah sebentar, nganter paspor yang sudah jadi. Mereka habis ketemuan sama temannya yang nganter paspor terus langsung kerumah ngasihkan punya anak-anak. Yang nemui Mba Ida dan Ammu Ali cuma suamiku, soalnya aku dan anak-anak lanjut tidur lagi.. :).