Artinya "Berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan". ♥ Ingatan perlahan melupakan kenangan, tetapi tulisan akan selalu mengingatkan.
Monday, August 11, 2014
Sanah dan Titin
Kontrol Dokter
Malam ini, jam 9 aku ke Al Rahmah Polyclinic untuk kontrol kandungan. Usia kehamilanku saat ini sekitar 20 minggu/5 bulan. Saat daftar keresepsionis aku daftar ke dokter langgananku, Dokter Neha, tapi ternyata Dokter Neha sedang mudik lebaran ke Mesir belum kesini lagi, jadi kali ini aku di periksa oleh dokter lainnya, dokter Sarbat. Oke, ga apa-apa deh. Yang penting dokter spesialis kandungan, ga penting siapa-siapanya :).
Saat masuk ke ruang praktek dokter, di ruang tunggunya sudah banyak yang antri, ada 18 orang. Aku ketuk pintu ruangan dokter untuk memberikan kartu pendaftaranku, perawat memberikan nomor antrian, nomor 30.
Aku antri ditemani Shafwan, dia antusias sekali pengen lihat lewat USG calon adeknya dalam perut. Ziyad ga ikutan, tadi sama Abi cuma nganter aja, selanjutnya mereka berdua punya acara sendiri yaitu membeli air zam-zam di Kudai.
Setelah 1,5 jam antri, jam 10:30 akhirnya tiba giliranku. Aku baru kali ini bertemu dengan dokter Sarbat. Dokternya komunikatif, ramah dan menyenangkan. Selesai di periksa semuanya (tekanan darah, berat badan, USG) hasilnya semua baik. Jenis kelamin juga sudah terlihat. Seharusnya suruh cek darah tapi jam kerja laboratorium sudah selesai jam 10 malam tadi, jadi besok pagi suruh kembali lagi.
Setelah selesai semuanya, aku pamitan pulang. Di dalam ruangan tadi sekitar 15 menit saja. (Baca juga Sanah dan Titin)
Pulangnya kami mampir dulu ke taman Hamra. Setelah anak-anak tadi nungguin aku di dokter, sekarang gantian aku yang nungguin mereka bermain-main dulu.
Malam ini bulan purnama penuh, malam 15 Syawal 1435H, sementara anak-anak asyik bermain dan berlarian, aku dan suami tiduran di atas karpet yang kami gelar di atas rerumputan, pacaran di bawah sinar rembulan. Udara tengah malam yang sejuk dan suasana yang romantis.
Ada 3 gerombolan keluarga yang masih menikmati malam yang indah di taman ini.
Sunday, August 10, 2014
Pijatan Bu Yasmin
Sejak lebaran badan ini rasanya rontok, sendinya pada ngilu, kecapean. Aku berkata sama Suamiku bahwa aku pingin sekali di pijat, dia oke-oke saja. Kemudian aku menghubungi salah satu temanku, Halimah, aku tau bahwa dia sering pijat, lalu aku dikasih nomor hape 2 tukang pijat langganannya di Mekkah ini.
Kemarin pagi, saat di tempat kerja, Suamiku juga bertanya pada salah seorang rekan kerjanya, Pak Umar, menanyakan punya kenalan tukang pijat atau ga. Pak Umar yang berasal dari Lombok (NTB) itu bilang ada tukang pijat asal Lombok yang tempat tinggalnya ga jauh dari rumah kami. Namanya Ibu Yasmin.
Setelah bikin janji, jam 8 malam suamiku dan anak-anak menjemput Bu Yasmin untuk dibawa kerumah kami. Rumahku dan Bu Yasmin masih satu blok. Sampai rumah, setelah percakapan pembuka antara aku dan Bu Yasmin langsung memulai aktivitas. Bu Yasmin pijatannya enak sekali dan lama, hampir 1,5 jam. Sambil mijat kami sambil ngobrol. Bu Yasmin bercerita bahwa dia seorang janda yang merantau ke Mekkah ini demi nafkah dan biaya sekolah anak-anaknya di kampung. Anaknya ada 5 orang, yang 4 telah selesai kuliah dan 3 diantaranya telah menikah. Tinggal anak bungsunya yang masih kuliah, sekitar 2 tahun lagi Insyaallah selesai. Rencana Bu Yasmin setelah bungsunya lulus kuliah dia ingin pulang ke Indonesia, istirahat menikmati masa tuanya dengan cucu-cucunya yang sekarang jumlahnya ada 3. Bu Yasmin sudah 13 tahun tidak mudik ke Lombok, berarti sudah 13 tahun juga dia tidak melihat anak dan keluarganya. Dia tidak bisa mudik ke Indonesia karena dia disini statusnya TKW illegal, jadi kalau dia berani pulang dia tidak akan bisa kesini lagi sedangkan dia masih butuh uang untuk biaya kuliah anaknya.
Langganan pijat Bu Yasmin bukan hanya WNI yang bermukim disini, kebanyakan justru ibu-ibu Arab. Selain melayani pijat dan urut khusus wanita, Bu Yasmin bisa juga di panggil sebagai penatalaksana rumah tangga dengan tarif per jam 20-25 riyal.
Aku mendengarkan cerita Bu Yasmin sambil menikmati pijatannya yang enak. Selesai di pijat, badanku terasa segar dan hilang rasa ngilunya.