Laman

Saturday, February 22, 2014

Menikmati Mentari di Hadiqah

Cara keluarga kami menikmati sinar mentari pagi yang menyehatkan badan :
Lokasi : Hadiqah Rusayfah
Waktu : Jumat, 21 Februari 2014, jam 8 - 10 pagi
Kegiatan : Terserah. Bebas berekspresi. Yang penting happy. Yang penting bareng - bareng sekeluarga. Setelah capek semuanya, setelah puas semuanya, baru kita pulang.

Hadiqah berarti taman kota, Rusayfah nama distriknya. Jadi Hadiqah Rusayfah adalah taman kota di wilayah Rusayfah, masih wilayah dalam Kota Mekkah. Di Mekkah ini (Saudi lebih luasnya) memang di setiap distrik disediakan hadiqah yang bisa digunakan oleh siapa saja yang mau mengunjunginya. Semuanya gratisan. Ada Hadiqah Aziziah yang berarti taman kota di distrik Aziziah, Hadiqah Awali, Hadiqah Nuzhah dan masih banyak lagi. Di hadiqah disediakan tempat untuk duduk santai, permainan anak, ayunan, dan sarana olahraga. Pada hari libur sekolah pengunjungnya lebih ramai daripada hari-hari biasa.

Tempat favorit saya dan suami kalau lagi ke hadiqah adalah sarana olahraganya, walaupun kami biasanya lebih banyak duduk santai berdua sambail memandangi anak-anak dalam keceriaannya bermain kejar-kejaran dan perosotan.

shazymoms.blogspot.com
Sarana olahraga di Hadiqah Rusayfah
shazymoms.blogspot.com
Sarana permainan anak di Hadiqah rusaifah
shazymoms.blogspot.com
Hadiqah Rusayfah
Foto terakhir menggambarkan  rindangnya hadiqah atau taman kota Rusayfah. Ga kebayang ya, Saudi yang kesannya gersang dan tandus dengan perawatan yang ekstra bia menjadi hijau dan sejuk begini. Nyaman banget untuk mandi matahari pagi di saat musim dingin. Semua tanamannya itu hampir tiap hari di siram lho biar tetap subur. Apalagi kalau musim panas tiba, intensitas penyiramannya jadi lebih sering. Di bawah tanaman itu ada selang air buat penyiraman, yang tinggal pencet mesin induknya nanti akan nyiram sendiri secara otomatis secara bersamaan. Kita lihatkan, Pohon Soekarno dan Pohon Kurma tetap menjadi sumber penghijauan utama.
(Tentang Pohon Soekarno silakan klik link ini : Pohon Soekarno Tumbuh Subur di Padang Arafah)

♥♥♥
shazymoms.blogspot.com
Menikmati sinar mentari pagi



Tuesday, February 18, 2014

Bakso Si Mamih


Lagi pengen makan bakso enak saat datang ke Mekkah? 
Atau mau makan mie ayam rasa Indonesia yang harganya lumayan murah? 
Jawabannya adalah silahkan datang ke rumah Si Mamih 
maka di jamin Anda akan terpuaskan*

Nih daftar harga jual makanan Si Mamih :

  • Bakso                       :  7 Riyal Saudi**
  • Mie Ayam                 :  7 Riyal Saudi
  • Mie Ayam + Bakso  :  8 Riyal Saudi
  • Lontong                     :  1 Riyal Saudi
  • Kerupuk                     :  1 - 2 Riyal Saudi
  • Air Minum                  :  1 Riyal Saudi

Nah, itu daftar menu makanan Mamih. Selain bakso dan mie ayam juga ada lontong, kerupuk serta air minum. Jadi kalau sekiranya semangkok bakso atau mie ayam kurang mengenyangkan, selain bisa nambah beli semangkok lagi, atau bisa juga dengan membeli lontongnya.. Juga plus kerupuk biar tambah gurih, setelah makan tinggal minum air putih.. Beli semua deh jadinya.. Hehehe..

Alamat rumah Si Mamih ada di daerah Kholidiyah, tetanggaan sama Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) di Mekkah. Si Mamih jualan setelah shalat asyar sampai malam dan pada hari Jumat libur jualan. Kalau mau beli dalam jumlah lumayan banyak, Mamih juga melayani delivery order. Tapi harus telepon dulu, dan pastikan saat suaminya sedang di rumah. 

Si Mamih ini asli Warga Negara Indonesia yang tinggal disini bersama suami dan anaknya. Suami Si Mamih bekerja sebagai sopir orang Arab. Mereka mencari penghasilan tambahan selain dari gaji sebagai sopir dengan membuka 'warung' bakso dan mie ayam dirumahnya. Sebenarnya aku ga tau nama aslinya Mamih, tapi semua orang memanggil dia dengan sebutan itu, terus dulu aku sudah pernah nanya nama aslinya dia bilangnya "Panggil Mamih aja :)" ya sudahlah, ngikut aja.. Karena yang perempuan di panggil Mamih jadi otomatis pada manggil suaminya dengan sebutan Si Papih.. Tapi kalau aku ga ngikut manggil Papih, tetap memanggil suaminya Mamih dengan sebutan Bapak :).

Biasanya kalau lagi ga masak di rumah atau lagi pengen makanan yang menghangatkan aku dan keluargaku langsung telepon Si Mamih atau Si Papih nanya dia lagi jualan atau ga. Terus sekalian pesan minta bungkusin ini dan itu, biar nanti begitu kita sampai rumahnya langsung bayar kemudian bawa pesanannya pergi. Biasanya kami menikmati bakso atau (dan) mie ayam Si Mamih di Taman Rusaifah yang lokasinya ga jauh dari rumah Mamih, sekalian nganterin anak-anak bermain gitu deh.. :)

Hei, tulisan ini bukan iklan berbayar lho.. Juga bukan tulisan pesanan dari Mamih, ini murni karena kesukaanku oleh bakso serta mie ayam buatan Mamih, jadi pengen berbagi pada teman-teman semua. Siapa tau ada yang jadi kepengen nyobain bakso dan mie ayam buatan Mamih. Atau dari yang belum tau menjadi tau kalau di Mekkah ini ada yang jualan bakso dan mie ayam enak yang jualan dirumahnya, bukan seperti warung makanan pada umumnya. Kan kalau Mamih dagangannya jadi tambah laris dia jadi seneng :). Oh ya, sebelum membeli kita harus konfirmasi dulu apakah hari itu Mamih lagi jualan atau ga, daripada pas sudah datang kerumahnya ternyata dia lagi ga jualan. Kecewa deh! Dan kalau ada yang belum punya nomor teleponnya Mamih maupun Papih, saya punya kok :). Silahkan kirim pesan ke alamat email saya (istrizain@gmail.com) atau bisa kirim pesan lewat alamat Facebook saya, atau mention di twitter (@ZainalMrs) juga boleh, nanti pasti saya kasih (^_^)

shazymoms.blogspot.com
Bakso dan mie ayam Si Mamih

--------------------------
Notes :
*Pendapat orang bisa berbeda-beda, apalagi soal selera rasa, tapi menurut saya bakso dan mie ayam buatan Si Mamih mendapat penilaian enak.
**Saat ini harga tukar 1 Riyal Saudi = 3.000 Rupiah Indonesia. Harga segitu termasuk murah meriah untuk membeli makanan di Mekkah.

Monday, February 17, 2014

Dia Sahabatku

shazymoms.blogspot

Di hati ini selalu ada cerita
Walaupun kisah tak selalu ceria
Tetapi itu tak membuatku kecewa
Selalu ada hari-hari bahagia

Bila kuingat saat-saat terindah
Menangis tertawa kita lalui bersama
Kisahku ini takkan pernah terlupa
Menjadi kenangan yang teristimewa

Sahabatku yang selalu setia
Bersamamu ku bahagia
Sampai ku nanti telah dewasa
Hanya dirimu selalu dihati

Sahabatku yang setia
Setiap waktu berbagi rasa, berbagi cerita

(Sahabat Tersayang - Alika)*
*lirik lagu ga utuh

Lirik lagu itu cocok banget buat aku dan sahabatku sewaktu masa kuliah dulu, namanya Endes Runi Anisah, tetapi panggilan sayangku untuknya adalah Si Pauk. Endes anak yang manis, pintar, rajin ibadah serta baik hatinya. Dulu kami sangat dekat, bahkan intim (huek!). Kita kos di tempat yang sama, nama kosnya Kos Putri Rahayu daerah Klebengan, Yogyakarta. Biar lebih keren, dulu kita ngomongnya bukan Kos Rahayu, tetapi Apartemen Rahayu :). Entah masih ada atau ga kos itu sekarang, sejak lulus aku ga pernah nengokin lagi. Dulu di kos Rahayu kita sering bobo' bareng, walaupun sebenarnya punya kamar sendiri - sendiri, tapi si Endes ini suka diam-diam menyelinap ke kamarku kalau malam, suka kesepian dia (hahaha..). Ga hanya dia deng! Aku juga sering mendatangi kamarnya kemudian bobo' bareng dikamarnya :D. Selain akrab banget, aku dan dia dulu sebenarnya juga sering bertengkar hanya karena masalah yang sepele, tapi kalau lagi bertengkar biasanya dia yang ngedeketin atau minta maaf duluan ke aku walaupun entah siapa yang salah. Kan sudah aku bilang, Endes itu anaknya baik hati, beda sama aku yang berkepala keras, eh kebalik, keras kepala maksudnya... :)

Setelah sama-sama lulus kita amat sangat jarang ketemu lagi. Aku sehabis lulus langsung dapat kerja di Bandung, si Endes tetap di Yogyakarta, dia dapat kerja disana juga. Pas pertengahan 2008 kita pernah ketemuan, sekali ini saja. Waktu itu aku main ke Yogyakarta, ketemuan sama dia sekalian bilang bahwa aku mau menikah. Terus setelah nikah aku di bawa hijrah oleh suamiku ke luar negeri. Ya sudah.. Semakin sulit ketemu.

Pada tahun 2010 aku dan suamiku liburan ke Yogyakarta, tapi ga ketemu sama Endes, soalnya waktu itu dia lagi di India melanjutkan program Magister (kuliah S2) disana.

Sekarang kami sama-sama sibuk, aku sibuk dengan keluarga kecilku, dia sibuk dengan karirnya. Apalagi jarak kita juga amat sangat jauh. Sangking pada sibuknya (mungkin) untuk saling say hello aja juga jarang. Padahal kita pada punya alamat email, fesbuk dan nomor hape masing-masing. Kalau lagi ngerasa kangen aku kadang sapa dia lewat WhatsApp messenger. Itupun juga jarang banget! Soalnya kalau mau sering - sering sapa aku takut ngeganggu dia. Ada rasa ga enak gitu.. Padahal sebenarnya suka kangen masa - masa indah dulu.. hiks :(

Buat Endes a.k.a Si Pauk Sayang, dengerin lagunya Alika yang judulnya Sahabat Tersayang ini ya, aku persembahkan khusus buat kamu, mewakili isi hatiku :)